Bibir sumbing adalah celah bibir atau belahan di bibir atas yang terbentuk sebelum kelahiran, antara minggu ke-4 dan ke-7 kehamilan. Ketika bayi dalam kandungan, jaringan tubuh dan sel-sel khusus di setiap sisi kepala tumbuh menuju pusat wajah dan menyatu untuk membentuk wajah. Penggabungan jaringan ini membentuk bagian wajah, seperti bibir dan mulut.

Wanita yang menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengobati epilepsi, seperti topiramate atau asam valproat, selama trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan, bayi dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak minum obat-obatan tersebut.

Baca juga: Penyebab Hidung Ingus Berdarah

Gejala Bibir Sumbing

Sumbing adalah belahan di bibir atau di langit-langit mulut dapat dikenali dengan mudah pada saat kelahiran. Menurut bentuk fisiknya, gejala bibir sumbing berdasarkan jenis kelainan bentuk pada bibir, di antaranya:

1. Bibir Sumbing Microform

Celah atau belahan halus di satu sisi bibir. Kondisi ini bukan sumbing lengkap tetapi muncul sebagai lekukan dalam kontur atas bibir.

2. Bibir Sumbing Incomplete Unilateral

Tanda dan gejala bibir sumbing dapat dikenali ketika sumbing ada di satu sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

3. Bibir Sumbing Complete Unilateral

Ketika bibir sumbing berada di satu sisi bibir dan celah meluas ke hidung atau rongga hidung.

4. Bibir Sumbing Incomplete Bilateral

Gejala bibir sumbing ini ditandai dengan sumbing terbentuk di kedua sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

5. Bibir Sumbing bilateral lengkap

Sumbing atau celah yang terbentuk di kedua sisi bibir atas meluas ke rongga hidung atau hidung.

Bayi yang memiliki bibir sumbing atau pada langit-langit mulut dapat segera didiagnosis dan segera mendapat perawatan yang mungkin termasuk operasi bibir sumbing beberapa minggu atau bulan setelah kelahiran.

Ketika menunggu operasi bibir sumbing, orang tua bayi akan mendapat pengarahan tentang berbagai kesulitan yang mungkin akan dihadapi anak:

  1. Kesulitan menyusu
  2. Infeksi telinga berulang (berisiko gangguan pendengaran)
  3. Masalah gigi
  4. Keterlambatan dalam berbicara
  5. Masalah emosional, terutama saat anak bertambah usia

Anak yang memiliki bibir sumbing atau pada langit-langit mulut harus diperbaiki  oleh Program Craniofacial multidisiplin di pusat medis utama, di mana banyak tenaga medis yang dibutuhkan anak untuk perawatan.

Baca juga: Apa Itu Purin ? Ini Penjelasan Dari Dokter

Selain terbentuknya bibir sumbing pada anak, komplikasi lainnya yang mungkin terjadi termasuk:

1. Kesulitan Makan

Kesulitan makan lebih sering terjadi pada penderita kelainan langit-langit mulut sumbing. Bayi mungkin tidak dapat menyusu dengan baik karena atap mulut belum sepenuhnya terbentuk.

2. Infeksi Telinga dan Gangguan Pendengaran

Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh disfungsi tabung yang menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan. Infeksi yang terjadi secara berulang kemudian dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

3. Keterlambatan Bicara

Fungsi otot yang mungkin menurun menyebabkan keterlambatan bicara atau bicara tidak normal, karena celah atau sumbing pada langit-langit mulut dan bibir.

Segera diskusikan dengan dokter apakah konsultasi dengan terapis bicara akan efektif untuk anak Anda.

5. Masalah Gigi

Komplikasi selanjutnya, gigi mungkin tidak dapat berkembang secara normal dan mungkin anak memerlukan perawatan ortodontik.

Baca juga: kanker Darah: Pengertian, Penyebab dan Faktor Risiko

Pengobatan Bibir Sumbing

Ada beberapa perawatan utama untuk bibir sumbing dan langit-langit sumbing, di antaranya:

1. Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing untuk memperbaiki cacat lahir ini biasanya dilakukan ketika bayi berusia 3 hingga 6 bulan. Sementara operasi untuk memperbaiki langit-langit mulut sumbing biasanya dilakukan pada usia 6 hingga 12 bulan

2. Membantu Bayi untuk Makan

Anda mungkin perlu saran tentang memposisikan bayi Anda di payudara untuk membantu mereka menyusu, atau Anda mungkin perlu memberi mereka makan menggunakan botol jenis khusus

3. Mengamati Indra Pendengaran Bayi

Bayi yang lahir dengan langit-langit mulut sumbing kemungkinan mengeluarkan cairan telinga, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Mengamati pendengaran bayi dengan ketat sangat penting dan jika cairan telinga mengganggu pendengarannya secara signifikan, bayi mungkin memerlukan alat bantu dengar atau tabung kecil yang disebut grommet yang dapat dipasang pada telinga untuk mengalirkan cairan.

4. Terapi Wicara

Terapis wicara dan bahasa akan mengamati perkembangan wicara dan bahasa pada anak sepanjang masa kanak-kanak, dan membantu mengatasi masalah wicara dan bahasa.

Kebersihan Gigi dan Perawatan Ortodontik

Orang tua akan diberi saran tentang bagaimana cara merawat gigi anak Anda, dan sang anak mungkin memerlukan kawat gigi jika gigi dewasa tidak tumbuh dengan dengan baik.

Baca juga: Dampak Menghisap dan Buruk Kebiasaan Merokok

Pencegahan Bibir Sumbing

Bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing tidak selalu dapat dicegah. Tetapi, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko bibir sumbing pada bayi, di antaranya:

  1. Melakukan tes pra-kehamilan untuk memastikan Bunda sehat sebelum hamil.
  2. Melakukan perawatan prenatal secara teratur dan lengkap selama kehamilan.
  3. Mengonsumsi asam folat jika Anda melakukan program hamil.
  4. Minumlah vitamin prenatal yang mengandung asam folat selama kehamilan.
  5. Jangan merokok atau berhenti merokok.
  6. Jangan minum atau berhenti minum alkohol selama kehamilan.

Jika anggota keluarga Anda yang lainnya mengalami bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, Anda harus mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konseling tentang genetik.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Klinik Sunter support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 6504226, 65302051