Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami
Air Laut Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Menelan Air Laut Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Bagi Anda yang memiliki hoby berolahraga air terutama di air laut, mulai saat ini Anda harus lebih berhati-hati. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa air laut dapat membawa bakteri yang tahan terhadap antibiotik.

Menurut Anne Leonard, ahli epidemiologi di University of Exeter Medical School dan periset studi tersebut, sampel tinja yang diteliti dari sekitar 300 orang menemukan bahwa 9% peselancar membawa bakteri E. coli yang tahan terhadap sefotaksim, antibiotik yang biasanya diresepkan untuk membunuh bakteri.

  • Zat berbahaya dari air limbah

Leonard mengatakan, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara resistensi antibiotik dengan aktivitas yang dilakukan seseorang di laut.

Menurutnya, praktik pengolahan air limbah saat ini dapat membawa zat-zat berbahaya ke dalam laut, terutama setelah hujan lebat.

Penelitan ini dilakukan di Inggris, hasilnya mungkin berbeda dari satu negara dengan negara lain. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk memahami bagaimana resistensi antiobiotik terkait dengan kondisi lingkungan.

“Memahami penyebaran penyakit dapat membantu kita untuk mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengurangi penyebaran bakteri,” kata Leonard.

  • Kerja ginjal meningkat

Selain itu, ada bahaya lain yang juga harus diwaspadai. Ketika Anda menelan air (garam) laut, kerja ginjal akan meningkat karena harus menyaring darah yang mengandung garam.

Untuk membuang garam melalui urine, tubuh membutuhkan banyak air. Namun, apabila ginjal Anda dibanjiri oleh air, hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Asupan jangka panjang dari garam juga dapat menyebabkan dehidrasi berat yang memicu efek serius. Dehidrasi berat ini dapat membuat Anda mengalami halusinasi dan mengigau.

Bahkan, dampak terburuknya adalah dapat membuat Anda hilang kesadaran hingga kejang-kejang. Jika Anda kehilangan 15% dari total air yang ada di dalam tubuh, Anda memiliki risiko tinggi untuk mengalami koma, kerusakan otak hingga kematian.

Menurut Leonard, tak perlu membuat para peselancar ciut. Malahan, penelitian ini dimaksudkan untuk membantu orang membuat keputusan yang tepat kapan harus beraktivitas di laut.

Ia menyarankan untuk menghindari air laut segera setelah hujan lebat.

source: klikdokter.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2021 - Klinik Sunter support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 6504226, 65302051