Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam jangka waktu panjang, darah tinggi dapat menyebabkan penyakit lain seperti penyakit jantung.

Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronik. Awalnya penyakit ini hanya menyerang orang tua usia lanjut dan termasuk penyakit degeneratif. Namun seiring dengan peningkatan gaya hidup yang tidak sehat, jangkauan umur hipertensi meluas dan orang dewasa pun dapat mengalami darah tinggi.

Hipertensi dapat dibagi menjadi 2 macam:

1. Hipertensi Primer

Disebut juga hipertensi esensial. Tidak diketahui penyebabnya karena kemungkinan merupakan hasil perkembangan bertahun-tahun perkembangan dan dipengaruhi berbagai faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Genetik

Seseorang yang merupakan keturunan dari penderita hipertensi memiliki potensi untuk mengalami hipertensi.

  • Perubahan Fisik

Perubahan fisik pada organ tubuh dapat menjadi penyebab hipertensi. Contoh, jika fungsi ginjal menurun akibat penuaan tubuh, keseimbangan garam dan cairan pada tubuh akan terganggu. Akibatnya jumlah garam di pembuluh darah meningkat dan menyebabkan naiknya tekanan darah.

  • Gaya Hidup

Gaya hidup yang buruk seperti jarang melakukan aktivitas fisik dan diet yang tidak sehat dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya hipertensi. Mereka yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi mengalami darah tinggi.

Konsumsi garam berlebih dan konsumsi potassium terlalu sedikit juga meningkatkan resiko hipertensi. Kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok juga meningkatkan resiko gangguan kesehatan, salah satunya darah tinggi.

2. Hipertensi Sekunder

Hipertensi ini terjadi sebagai akibat dari penyakit lain yang tengah dialami tubuh. Beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:

  • Penyakit ginjal.
  • Obstructive sleep apnea (OSA).
  • Penyakit Jantung Bawaan.
  • Masalah pada Kelenjar Tiroid.
  • Efek Samping dari Pengobatan.
  • Pemakaian Obat Ilegal.
  • Masalah pada Kelenjar Adrenal.
  • Tumor pada Endokrin.

Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi dengan penyakit lain yakni:

  • Serangan jantung atau stroke.
  • Aneurysm atau penggelembungan pembuluh darah.
  • Gagal jantung.
  • Melemahnya pembuluh darah di ginjal.
  • Penebalan dan robeknya pembuluh darah di mata.
  • Gangguan metabolisme seperti penurunan HDL, peningkatan garis pinggang, dan jumlah trigliserida yang tinggi.
  • Kesulitan mengingat dan memahami.
  • Dementia.

Hipertensi Rentan Terjadi pada:

  • Orang tua berusia diatas 55 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Minim atau jarang melakukan aktivitas fisik
  • Alkoholism
  • Perokok
  • Sering mengkonsumsi makanan tinggi garam
  • Mengkonsumsi obat NSAID seperti ibuprofen dan aspirin

Gejala Hipertensi

pexels.com

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak terlalu terlihat gejalanya. Gejala awal hipertensi mirip dengan penyakit lain pada umumnya. Beberapa orang tidak merasakan gejalanya sampai akhirnya di tingkat kronis. Beberapa gejala hipertensi antara lain:

  • Sakit kepala
  • Kesulitan bernafas
  • Mimisan
  • Flushing atau kulit memerah
  • Pusing
  • Rasa sakit di bagian dada
  • Perubahan penglihatan
  • Darah di urin

Jika beberapa gejala tersebut terjadi, Segera hubungi tenaga medis. Jangan menunggu sampai gejala tersebut semakin parah.

Cara Diagnosa Hipertensi

Cara terbaik untuk mengetahui hipertensi yakni dengan mengecek tensi atau tekanan darah secara teratur sehingga direkomendasikan untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter. Jika terjadi kenaikan pada tekanan darah pasien, dokter akan meminta pengujian lain untuk memastikan gangguan yang tengah terjadi. Hipertensi tidak dapat ditentukan hanya dari pengecekan tensi dikarenakan tekanan darah dapat berubah-ubah sepanjang hari tersebut.

Jika tekanan darah terus tinggi, dokter pada umumnya akan melakukan tes berikut untuk mengetahui kondisi tengah terjadi:

  • Tes urin
  • Tes darah seperti kadar kolesterol
  • Pengecekan jantung seperti electrocardiogram (EKG)
  • Pengecekan ultrasound pada jantung atau ginjal

Tes tersebut juga akan melihat efek dari darah tinggi pada beberapa organ pasien sehingga diagnosa yang diberikan lebih akurat.

Kategori Tekanan Darah

Pengukuran tekanan darah menggunakan 2 angka yakni sistolik dan diastolik. Sistolik adalah angka atas, terjadi saat jantung memompa darah. Diastolik adalah angka bawah, terjadi saat jantung relaksasi dan terjadi pengisian darah ke jantung.

Terdapat beberapa kategori tekanan darah pada orang dewasa:

  • Sehat : tekanan darah yang sehat berada di angka 120/80 mm Hg (millimeters of mercury) ke bawah.
  • Prahipertensi : sistolik di angka 120 -129 mm Hg. Diastolik di bawah angka 80 mm Hg.
  • Hipertensi Tingkat 1 : sistolik di angka 130-139 mm Hg dan diastolik di angka 80 – 89 mm Hg.
  • Hipertensi Tingkat 2 : sistolik di angka 140 mm Hg atau lebih. Diastolik di angka 90 mm Hg atau lebih.

Penanganan Hipertensi

Jika hipertensi yang terjadi adalah hipertensi primer, perubahan gaya hidup direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah pasien. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter akan merekomendasikan obat yang bisa dikonsumsi.

Hipertensi sekunder ditangani dengan cara menangani kondisi yang menyebabkan hipertensi tersebut. Misal, hipertensi sekunder disebabkan oleh konsumsi obat. Dokter akan merekomendasikan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping hipertensi tersebut.

Hipertensi dapat dirawat dengan pindah ke pola hidup yang lebih sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mengobati hipertensi antara lain:

  • Melakukan diet sehat

Rekomendasi makanan untuk tekanan darah tinggi antara lain:

1. Kurangi daging, perbanyak sayuran dan buah

Menu makanan yang berbasis sayuran dan buah mempunyai kadar sodium rendah serta minim lemak jenuh dan lemak trans yang sering terdapat pada produk susu dan daging. Tingkatkan konsumsi buah, sayur, serta tumbuhan hijau. Ganti konsumsi daging merah ke sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam, serta tahu.

sayur dan buah

pexels.com

2. Kurangi sodium (garam)

Penderita hipertensi dan penyakit jantung perlu memastikan konsumsi sodium mereka antara 1.500 – 2.300 milligrams setiap harinya. Cara terbaik untuk mengurangi konsumsi sodium yakni dengan mengkonsumsi makanan segar yang baru dimakan. Hindari produk kemasan yang cenderung mengandung sodium tinggi.

3. Kurangi makanan dan minuman manis

Kurangi konsumsi gula dari makanan dan minuman komersial. Pindah ke makanan yang lebih sehat misal mengkonsumsi buah segar yang manis atau cokelat hitam. Penelitian menemukan memakan cokelat hitam dapat menurunkan tekanan darah sehingga baik untuk penderita hipertensi.

  • Meningkatkan aktivitas fisik

Aktivitas fisik yakni olahraga dapat menurunkan stress, menurunkan tekanan darah secara natural, dan menguatkan sistem cardiovascular. Buat to do list untuk melakukan 150 menit olahraga setiap minggunya, atau 30 menit sebanyak 5 kali setiap minggu. Aktivitas yang dapat dilakukan seperti jalan cepat, bersepeda, lompat tali dan berenang.

  • Capai berat badan yang sehat

Hipertensi sering terjadi pada mereka yang mengalami obesitas. Jika penderita mengalami obesitas, lakukan program untuk menurunkan berat badan secara sehat sampai diperoleh berat ideal.

  • Mengatur stress

    olahraga

    pexels.com

Stress dapat diatur lewat beberapa kegiatan berikut:

  1. Olahraga teratur
  2. Meditasi
  3. Deep breathing
  4. Relaksasi otot
  5. Yoga atau tai chi
  6. Tidur yang cukup
  • Detoks tubuh

Atur kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat dengan mengurangi konsumsi zat yang dapat merusak tubuh. Jika penderita seorang perokok, hentikan kebiasaan tersebut sesegera mungkin. Bahan kimia dari rokok dapat merusak jaringan pada tubuh dan membuat tembok pembuluh darah mengeras. Konsumsi alkohol juga perlu dihentikan karena alkohol menyebabkan tekanan darah naik.

Pencegahan Hipertensi

Hipertensi dapat dicegah dengan cara konsisten melakukan pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat antara lain:

1. Pilih menu makanan sehat

Perlahan namun pasti ubah pola makan kamu ke pola makan yang lebih sehat. Pertama-tama buat goal untuk dapat mengkonsumsi 7 porsi atau lebih sayuran dan buah setiap harinya. Tambahkan 1 porsi sayuran / buah setiap harinya di 2 minggu ke depan. Terus lakukan sampai akhirnya terbiasa untuk makan 10 porsi sayuran dan buah setiap harinya.

2. Atur jumlah makanan yang dikonsumsi

vegetables

pexels.com

Kurangi jumlah daging yang dikonsumsi dan perbanyak sayuran. Jika sebelumnya makan steak dengan salad sebagai makanan pendamping, ubah dan jadikan salad sebagai makanan utama dan daging sebagai pendamping.

3. Batasi konsumsi gula

Batasi konsumsi makanan manis dan mengandung gula. Ada berbagai makanan yang mengandung gula seperti sereal, yogurt, dan soda. Selalu baca label makanan sebelum membeli untuk mengetahui jumlah gula di dalamnya.

4. Tentukan berat badan yang ingin dicapai

Konsultasikan ke dokter mengenai berat badan yang ideal yang perlu dicapai. Jika sudah dan perlu dilakukan penurunan berat badan, lakukan diet yang sehat. Diet yang direkomendasikan yakni dengan menurunkan ½ sampai 1 kg setiap minggunya. Untuk mencapai jumlah tersebut, kurangi 500 kalori dari kalori yang dikonsumsi tiap harinya. Lakukan juga olahraga rutin sesuai dengan kondisi tubuh.

5. Cek tekanan darah secara rutin

Cara terbaik untuk mencegah komplikasi akibat darah tinggi yakni dengan mengetahuinya lebih awal. Pengecekan dapat dilakukan sembari kunjungan rutin ke dokter atau dengan membeli alat pengukur tekanan darah untuk digunakan di rumah. Pengukuran tersebut dibuat menjadi jurnal khusus yang akan membantu melacak kondisi pasien, sehingga dokter dapat mengobati penyakit lebih awal dan mencegah resiko yang lebih besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:

B., Robby. (2021). Moderately high blood pressure: Exercise should be first-line treatment. https://www.medicalnewstoday.com/articles/moderately-high-blood-pressure-exercise-should-be-first-line-of-treatment. (diakses pada 24 Juni 2021)

H., Kimberly. (2020). Everything You Need to Know About High Blood Pressure (Hypertension). https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension (diakses pada 24 Juni 2021)

Mayoclinic. (2021). High blood pressure (hypertension). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/. (diakses pada 24 Juni 2021)

WebMD. (2020). What is High Blood Pressure?. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/understanding-high-blood-pressure-basics. (diakses 24 Juni 2021)

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2021 - Klinik Sunter support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 6504226, 65302051