
Merokok perbatang perhari tetaplah tidak baik. Banyak perokok yang berusaha mengurangi rokok mereka jadi hanya satu atau dua batang sehari. Mereka berpikir, hal ini jauh lebih baik untuk kesehatan.
Tapi ternyata, anggapan ini keliru. Penelitian menemukan, hanya merokok satu batang rokok per hari saja, sudah dihubungkan dengan risiko kesehatan yang cukup tinggi.
Menurut riset yang diterbitkan dalam jurnal BMJ ini, perokok yang merokok satu batang sehari, 74 persen lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung koroner dibanding bukan perokok. Hasil ini didapatkan bahkan setelah menyesuaikan faktor risiko dengan usia dan faktor risiko jantung lainnya.
Mereka yang merokok 20 batang rokok sehari–sekitar satu bungkus–memiliki risiko dua kali lipat lebih besar kena penyakit jantung dibanding bukan perokok.
Efek samping pada kesehatan otak
Sedangkan pada otak, mereka yang merokok satu batang sehari 30 persen lebih berisiko terkena stroke dibanding non-perokok. Dan, mereka yang merokok satu batang sehari berisiko lebih dari dua kali lipat kena stroke dibanding bukan perokok.
Meski memang benar efek merokok satu batang rokok sehari lebih ringan dibanding satu bungkus sehari, perbedaannya tidaklah sebesar yang dibayangkan sebelumnya.
Risiko yang ada bukan 1/20, mengikuti jumlah batang rokok yang diisap, melainkan hanya setengahnya saja.
Zat kimia di dalam rokok bisa merusak struktur dan fungsi pembuluh darah. Hal ini akan meningkatkan risiko arteriosclerosis dan penimbunan plak.
Seiring waktu, hal ini akan membuat arteri jadi lebih sempit dan keras, membatasi aliran darah dan bisa berujung pada serangan jantung atau stroke.
Intinya dari penelitian tadi adalah, membatasi jumlah rokok bukanlah jawaban. Para perokok memang harus berhenti secara total jika ingin sehat.
source: liputan6.com