Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala biasa umumnya merujuk pada sakit kepala tegang atau tension headache, yang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum.

Beda sakit kepala biasa dan sinus yang paling mendasar adalah sakit kepala tegang termasuk sakit kepala primer, sedangkan sakit kepala sinus adalah jenis sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah jenis sakit kepala yang bukan didasarkan oleh gangguan medis lain.

Penyebab Sakit Kepala Biasa

Penyebab kepala tegang tidak diketahui, tapi paling umum dipicu oleh stres. Kondisi lain yang dapat memicu sakit kepala tegang adalah seperti konsumsi alkohol, kelelahan, dehidrasi, terlambat makan, rokok, sinar matahari yang terik, dan banyak kondisi lainnya.

Gejala Sakit Kepala Biasa

Jika sakit kepala biasa yang dialami adalah sakit kepala tegang, Anda akan merasakan sakit kepala yang menyebar dan seperti ada sensasi ikatan di bagian dahi. Bagian sekitar leher, dahi, kulit kepala, dan dahi juga dapat menjadi lebih sensitif dan terasa sakit ketika disentuh.

Baca juga: Kandungan dan Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Cara Mengatasi Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala jenis ini biasanya tidak menjadi masalah serius dan obat-obatan pereda nyeri dapat mengatasi gejalanya dengan baik.

Berikut jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala sakit kepala biasa:

  • Ibuprofen
  • Paracetamol
  • Aspirin

Obat-obatan di atas dijual bebas. Apabila obat tersebut tidak bekerja, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat resep. Dokter mungkin akan meresepkan pereda nyeri lain seperti Indomethacin atau Meloxicam.

Sakit Kepala Migrain

Sama seperti sakit kepala tegang, sakit kepala migrain juga merupakan jenis sakit kepala primer, namun kedua kondisi ini memiliki gejala yang berbeda. Kasus migrain dapat menjadi berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab Sakit Kepala Migrain

Sama seperti sakit kepala tegang, penyebab pasti sakit kepala migrain juga tidak diketahui dengan jelas. Kondisi ini diduga disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak yang memengaruhi cara saraf berkomunikasi serta bahan kimia dan pembuluh darah di otak.

Sedangkan untuk pemicunya kurang lebih sama dengan sakit kepala tegang seperti stres, konsumsi kafein, rokok, hingga kelelahan. Migrain juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh dan juga pengaruh obat-obatan tertentu.

Migrain lebih sering muncul pada wanita. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan migrain biasanya berpotensi besar mengalami kondisi ini juga.

Gejala Sakit Kepala Migrain

Gejala sakit kepala migrain mirip dengan sakit kepala sinus. Gejala tersebut meliputi sakit kepala di dahi dan pipi, hidung meler, hidung tersumbat, dan mata berair.

Sedangkan gejala sakit kepala migrain yang dapat membedakan dengan sakit kepala lain adalah seperti sensitivitas terhadap cahaya dan suara, mual, nafsu makan menurun, pusing, dan pandangan kabur.

Cara Mengatasi Migrain

Obat penghilang rasa sakit yang dapat mengatasi sakit kepala biasa umumnya dapat juga meredakan gejala migrain. Namun apabila obat-obatan tersebut tidak berhasil, maka dokter akan meresepkan obat lain.

Obat yang mungkin diresepkan untuk mengatasi migrain adalah seperti:

  • Sumatriptan
  • Rizatriptan

Obat-obatan di atas bekerja mengurangi peradangan dan mengubah aliran darah dalam otak. Umumnya obat-obatan ini hadir dalam sediaan semprotan hidung, pil, atau suntikan.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Sunter support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 6504226, 65302051